Showing posts with label penyakit kardiovaskuler. Show all posts
Showing posts with label penyakit kardiovaskuler. Show all posts

Tuesday, November 27, 2012

Manfaat Quercetin Untuk Kesehatan Jantung

Manfaat Quercetin Untuk Kesehatan Jantung

Quercetin Untuk Kesehatan JantungQuercetin Menurunkan Kolesterol, Melawan Aterosklerosis

Quercetin secara alami melimpah dalam makanan nabati dan sebagai hasilnya sangat bioavailable. Meskipun demikian, kebanyakan orang tidak memperoleh tingkat quercetin yang cukup melalui diets. Sangat disayangkan karena studi epidemiologi skala besar telah menunjukkan bahwa asupan tinggi berkelanjutan quercetin memberikan perlindungan substansial terhadap penyakit kardiovaskular (CVD = jantung dan pembuluh darah)

Dalam sebuah uji klinis dari 805 pria berusia 65-84 tahun, mereka dengan quercetin tinggi dan asupan flavonoid lainnya berhasil 68% lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan asupan rendah.

Perlindungan kardiovaskuler dramatis ini adalah hasil dari sinergi bersama antara beberapa mekanisme quercetin dasar, termasuk kemampuan untuk menurunkan kolesterol dan mengurangi bahaya akumulasi lemak perut dan hati.

Hewan dan studi manusia juga menunjukkan bahwa suplementasi kuersetin dapat mengurangi akumulasi berbahaya dari lemak perut dan hati, hasil dari penurunan stres oksidatif dan inflammation.
Manfaat lain quercetin secara kardiovaskular adalah kemampuannya untuk menghambat agregasi platelet atau lengketan darah. Oksidan stres dan peradangan memicu “lengket” berlebihan dalam trombosit dan dinding pembuluh darah. Tidak diobati, hasilnya dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung pembentukan bekuan darah berikut.

Stres oksidatif dan peradangan memicu lengketan berlebihan dalam butir-butir darah dan dinding pembuluh darah. Jika tidak diobati, hasilnya dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung mengikuti pembentukan sumbatan darah.

Linked Posts:
Quercetin — Sekilas | Propolis Untuk Masalah Jantung | Penyakit Jantung | Stroke — Waspadalah | Pulih Dari Stroke

Wednesday, October 3, 2012

Kurang Tidur Picu Serangan Jantung ?

Ternyata Kurang Tidur Picu Serangan Jantung

Para ilmuwan menyatakan kecenderungan untuk tidur lebih larut dan bangun lebih dini sebagai sebuah bom waktu kesehatan. Gaya hidup work hard play hard ini, menurut sebuah studi, meningkatkan resiko kematian akibat serangan jantung atau stroke.

Tuntutan beban kerja yang tinggi seringkali membuat orang mengorbankan waktu tidur untuk menyelesaikan pekerjaannya. “Sayangnya, tindakan itu justru semakin meningkatkan risiko terserang stroke atau penyakit kardiovaskular lain yang berujung pada serangan jantung,” kata profesor Francesco Cappuccio dari University of Warwick Medical School.

Pernyataan Cappuccio ini sesuai dengan sebuah hasil studi yang menunjukkan tidur kurang dari enam jam pada malam hari semakin meningkatkan resiko stroke atau serangan jantung. Studi yang dilakukan para peneliti dari University of Warwick tersebut mengamati kebiasaan tidur 475 ribu partisipan dari 15 studi yang telah dilakukan sebelumnya di delapan negara, diantaranya Inggris, Amerika, Jepang, Swedia, dan Jerman. Hasilnya, sebanyak 48% partisipan yang tidur kurang dari enam jam berpotensi lebih tinggi terkena atau bahkan meninggal karena serangan jantung. Sementara 15% lainnya juga memiliki kemungkinan tinggi terkena atau bahkan meninggal karena stroke.

Penyebabnya adalah terganggunya keseimbangan dua hormon kunci, leptin dan ghrelin, yang mengontrol nafsu makan. Kurang tidur menurunkan kadar leptin—hormon yang sangat berperan dalam mengatur berat tubuh, fungsi metabolisme da reproduksi—dalam darah yang membuat kita tidak merasa kenyang meski sudah makan. Di saat yang sama, kadar hormon ghrelin, yang berperan dalam peningkatan nafsu makan, membuat kita merasa semakin lapar.

Kondisi itu membuat orang yang kurang tidur cenderung untuk makan lebih banyak yang sering menyebabkan obesitas. Dengan begitu, ancaman stroke dan serangan jantung pun jadi meningkat.
Meski begitu, tidur terlalu lama juga bukan pertanda baik bagi kesehatan. Para ilmuwan menyebutkan tidur lebih dari sembilan jam setiap malam bisa menjadi peringantan dini seseorang menderita sakit jangka panjang seperti penyakit jantung. Sebab, penyakit itu biasanya membuat penderitanya merasa lelah sehingga merasa perlu waktu istirahat yang lebih lama.

(Sumber: Daily Mail)

Linked Posts:
Serangan Jantung | Penyakit Jantung | Stroke – Waspadalah | 8 Kebiasaan Yang Memperburuk Kesehatan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...